Minggu, 21 September 2014

Zanirah RA, budak Umar bin Khaththab

Zanirah telah memeluk Islam ketika tuannya, Umar bin Khaththab masih kafir. Ia termasuk dalam kelompok yang mula-mula memeluk Islam (as sabiqunal awwalin), yakni dari kalangan hamba sahaya. Tak pelak lagi ia mengalami banyak penyiksaan, dengan tujuan untuk mengembalikannya kepada agama jahiliah.
Suatu ketika Umar memukul matanya hingga Zanirah menjadi buta. Orang-orang kafir Quraisy berkata kalau yang membutakan mata Zanirah itu adalah Lata dan Uzza, berhala sesembahan mereka. Mendengar kabar tersebut, Zanirah langsung berkata, "Demi Allah tidak, Latta dan Uzza bahkan tidak mengenal orang-orang yang menyembahnya, sedangkan Tuhanku bisa menyembuhkan mataku ini."
Setelah berkata seperti itu, seketika itu pula Zanirah menjadi sembuh dan bisa melihat lagi. Zanirah sangat gembira dan ‘membanggakan’ pilihan mengikuti ajaran Nabi SAW, tetapi orang-orang kafir Quraisy hanya menganggapnya sebagai sihir yang dilakukan oleh Nabi SAW.
Pernah suatu ketika Umar memukulinya berkali-kali. Ia berdiri dengan sempoyongan karena kesakitan yang dirasakan di sekujur tubuhnya. Bisa dibayangkan, bagaimana tubuh seorang wanita yang lemah dipukuli oleh seorang jagoan gulat yang menjadi jawara di Pasar Ukadz seperti Umar. Namun Umar yang masih kafir tersebut justru berkata kepada Zanirah, "Aku tidak akan membiarkanmu hingga terus-menerus sempoyongan…!!"
Lalu ia memukulinya lagi hingga Zanirah terjatuh. Akhirnya Zanirah dibeli oleh Abu Bakar dan dibebaskan, sebagaimana budak-budak lainnya yang mengalami penyiksaan dari tuannya karena pilihannya memeluk Islam.
Itulah sebagian gambaran dari beratnya mereka mempertahankan keislaman pada masa-masa awal, terutama dari kalangan kaum lemah, wanita dan hamba sahaya. Pantaslah kalau mereka termasuk dalam kelompok as sabiqunal awwalin yang mendapat jaminan keselamatan di akhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar