Senin, 24 Maret 2014

Seorang yang Minta Disegerakan Siksanya

Seorang lelaki yang bergelimang dosa, suatu ketika terpecik hidayah dalam hatinya untuk bertobat. Maka segera saja ia menghentikan semua kemaksiatan yang dilakukannya dan bertobat atas semua dosa-dosanya. Ia juga melakukan berbagai ibadah untuk mengisi sisa umurnya. Tetapi lelaki ini merasa bahwa semua itu belum cukup untuk bisa menyelamatkannya dari siksa neraka di akhirat kelak. Karena itu ia berdoa, "Allaahumma maa kunta tu'aaqibunii fil aakhirati fa'ajjilhu lii fid dunya…!!"
Maksud dari doanya tersebut adalah : "Wahai Allah, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat, maka segerakanlah untukku di dunia ini."
Ia berharap, dengan telah ditimpakan di dunia, di akhirat kelak tidak akan disiksa lagi karena dosa-dosanya. Beberapa waktu kemudian, lelaki ini mengalami sakit, dan makin hari makin parah sehingga ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, bahkan kemudian tidak bisa bergerak sama sekali. Tampak sekali penderitaan lelaki ini, tidak ada tanda-tanda kehidupan kecuali kedua matanya yang terbuka, tetapi juga tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan segera menjemput kematiannya.
Para sahabat yang mengetahui keadaan lelaki ini menyampaikannya kepada Nabi SAW, dan beliau segera mengunjunginya. Begitu Nabi SAW masuk ke kamarnya, ia hanya bisa menggerakkan kepalanya sedikit saja, diikuti dengan pandangan matanya. Hanya dengan cara itu ia bisa menyambut kedatangan beliau, tidak ada gerakan lain yang bisa dilakukannya, termasuk sekedar mengucap salam. Tampak sekali keprihatinan di wajah Nabi SAW atas penderitaan lelaki ini.
Salah seorang sahahat yang mengenal jalan kehidupan lelaki ini, menceritakannya kepada  beliau, termasuk doa yang diucapkannya, sebelum sakit yang dialaminya ini datang. Nabi SAW maklum akan apa yang terjadi pada lelaki ini, dan bersabda, "Wahai Anak Adam, sesungguhnya engkau tidak akan mampu menjalani siksa Allah! Akan tetapi, hendaklah engkau berdoa : Allaahumma rabbanaa aatina fid dunyaa khasanah wa fil aakhirati khasanah waqinaa 'adzaaban naar (Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka}…."
Lelaki ini melaksanakan anjuran Nabi SAW walau mulanya hanya bisa dilafalkannya di dalam hati. Ia terus melakukannya dengan istiqomah, sehingga akhirnya ia sembuh seperti sedia kala. Namun, walau telah sembuh, ia tetap menjalankan amalan dari Nabi SAW tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar